MAROS, liputan47.com – Ketua MPC Kiwal Garuda Hitam Kabupaten Maros, A Baso Mananring, S.Sos., mengecam keras kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk Toyota Dyna dan sepeda motor Yamaha RX King di Jalan Poros Kassi-Kassi–Batu Lotong, Dusun Kassi-Kassi, Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Insiden ini kembali menjadi sorotan terkait aspek keselamatan pengguna jalan di kawasan yang juga menjadi jalur aktivitas kendaraan berat.
A Baso Mananring meminta pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) tidak mengabaikan kondisi lalu lintas di jalur tersebut, terutama dengan adanya aktivitas kendaraan berat yang keluar-masuk kawasan sekitar.
Menurutnya, mobilitas kendaraan bertonase besar perlu dikelola secara tertib agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Jangan sampai keselamatan masyarakat menjadi korban karena aktivitas yang tidak tertib. Kalau memang ada kendaraan berat yang menggunakan atau berhenti di badan maupun bahu jalan, ini harus segera ditertibkan,” tegas A Baso Mananring.
Ia juga menyoroti aktivitas pertambangan yang berada di sekitar wilayah Dusun Kassi-Kassi. Menurutnya, keberadaan kendaraan operasional tambang perlu mendapat pengawasan, khususnya terkait penggunaan akses jalan umum dan aspek keselamatan lalu lintas.
Karena itu, ia meminta APH bersama instansi terkait turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut, termasuk memastikan seluruh kegiatan usaha memiliki perizinan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
“APH jangan menunggu ada korban berikutnya. Kalau ada tambang yang tidak memiliki izin, segera periksa dan tindak sesuai aturan. Jangan sampai persoalan baru ditangani setelah terjadi kecelakaan atau jatuh korban,” ujarnya.
A Baso menegaskan, aktivitas ekonomi dan usaha tetap harus berjalan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat. Menurutnya, penggunaan jalan umum oleh kendaraan berat harus dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu ruang lalu lintas.
“Jalan umum adalah fasilitas yang digunakan masyarakat. Jangan sampai kepentingan aktivitas tertentu justru membuat pengguna jalan lain berada dalam kondisi yang membahayakan,” katanya.
Meski demikian, A Baso menegaskan bahwa keberadaan aktivitas pertambangan di sekitar lokasi tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai penyebab langsung kecelakaan yang terjadi. Penyebab pasti insiden tersebut, kata dia, tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.
Namun, ia berharap kecelakaan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan APH untuk mengevaluasi kondisi lalu lintas di jalur Kassi-Kassi–Batu Lotong, termasuk aktivitas kendaraan berat dan kegiatan usaha di sekitar kawasan tersebut.
“Kami tidak ingin persoalan ini hanya berhenti pada kecelakaan hari ini. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kalau ada aktivitas yang melanggar aturan, jangan dibiarkan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah dan aparat terkait segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban di kawasan tersebut. Dengan demikian, jalur Kassi-Kassi–Batu Lotong dapat digunakan masyarakat dengan lebih aman dan potensi kecelakaan serupa dapat diminimalkan.
Tim Jurnalis














