Harga Cabai di TPI Maros Tembus Rp85 Ribu per Kilogram, Nelayan Harap Pengawasan Solar Subsidi Diperketat

banner 120x600

MAROS, liputan47.com  — Harga sejumlah komoditas pangan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Maros menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai tercatat mencapai Rp85.000 per kilogram. Sementara itu, pasokan dan harga ikan laut segar di tingkat pedagang dilaporkan relatif stabil.

Di tengah kondisi tersebut, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi menjadi salah satu perhatian utama bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Maros. Meski harga solar subsidi disebut masih berada pada tingkat normal, masyarakat pesisir berharap distribusinya tetap terjaga agar benar-benar tepat sasaran.

Para nelayan meminta Pemerintah Kabupaten Maros bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran solar subsidi. Pengawasan yang ketat, transparan, dan berkelanjutan dinilai penting untuk memastikan BBM bersubsidi dapat diakses oleh nelayan yang berhak.

Bagi nelayan tradisional, solar merupakan kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas melaut. Ketersediaan BBM dengan harga terjangkau sangat berpengaruh terhadap biaya operasional, produktivitas penangkapan ikan, serta pendapatan keluarga nelayan.

Karena itu, pengawasan distribusi solar subsidi diharapkan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui pemantauan langsung di lapangan. Langkah ini diperlukan guna mengantisipasi potensi penyimpangan penyaluran dan memastikan bantuan energi dari pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sejalan dengan hal tersebut, Tim Perisai Prabowo Kabupaten Maros menyampaikan perhatian terhadap kondisi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Tim tersebut berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat pengawasan serta memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai sasaran.

Tim Perisai Prabowo juga menaruh harapan agar Kabupaten Maros terus berkembang menjadi daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan, termasuk bagi nelayan yang menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi sektor kelautan dan perikanan.

Masyarakat berharap adanya langkah konkret dan koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak penyalur BBM. Dengan distribusi solar subsidi yang tepat sasaran dan stabilitas harga kebutuhan pokok yang terjaga, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih baik.

Pengawasan yang konsisten dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan usaha nelayan serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Maros.

Tim Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *