UMMA Maros Fasilitasi Kuliah Umum, Mahasiswa Diajak Jadi Benteng Bangsa dari Ancaman Narkoba dan Judi Online

banner 120x600

MAROS, liputan47.com  – Universitas Muslim Maros (UMMA) memfasilitasi kuliah umum bertema “Mahasiswa Sebagai Benteng Bangsa: Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Narkoba dan Judi Online” yang digelar oleh BPC HIPMI Maros melalui HIPMI Perguruan Tinggi UMMA, di Atrium UMMA Maros, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Kapolres Maros, AKBP Devi Sujana, S.H., S.I.K., M.H., dan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, BBUSMAN., M.H., sebagai narasumber. Kuliah umum tersebut menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya narkoba dan judi online, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam pemaparannya, Kapolres Maros AKBP Devi Sujana menegaskan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan praktik perjudian daring membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Perkembangan teknologi serta kemudahan akses internet, lanjutnya, menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan melalui edukasi, peningkatan kesadaran, serta partisipasi aktif masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi tindak pidana.

Ia juga menekankan pentingnya peran lingkungan kampus dalam membangun karakter dan kesadaran mahasiswa agar mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkoba maupun judi online. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga berkontribusi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari perilaku berisiko.

Sementara itu, Ketua BPW HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi maraknya praktik judi online.

Menurutnya, upaya pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memblokir situs perjudian daring masih menghadapi tantangan, mengingat situs-situs baru terus bermunculan.

Oleh karena itu, pemberantasan judi online tidak cukup hanya mengandalkan pemblokiran situs. Langkah tersebut perlu dibarengi edukasi dan peningkatan literasi digital agar masyarakat, khususnya mahasiswa, memahami risiko serta dampak sosial dan ekonomi yang dapat ditimbulkan.

Ia turut menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun karakter, menanamkan nilai integritas, serta mendorong generasi muda agar lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.

Suasana kuliah umum semakin interaktif saat memasuki sesi diskusi. Mahasiswa mendapat kesempatan berdialog langsung dengan para narasumber, menyampaikan pertanyaan, serta membahas berbagai tantangan dan langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mencegah narkoba dan judi online, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Ketua BPC HIPMI Maros, Muhammad Rezky, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Komisi III BPC HIPMI Maros yang menyasar kalangan mahasiswa.

Menurutnya, perguruan tinggi merupakan ruang strategis untuk menumbuhkan kepedulian sosial, membangun kesadaran, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui fasilitasi Universitas Muslim Maros dan kolaborasi antara HIPMI dengan Polres Maros, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran kampus sebagai pusat edukasi dan diskusi publik.

Lebih dari itu, kuliah umum ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berintegritas, produktif, melek digital, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan, ketertiban, dan masa depan bangsa.

Generasi muda bukan sekadar penerus bangsa, tetapi juga garda terdepan dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkoba serta judi online.

Tim Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *