MAROS, liputan47.com — Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Pemkab Maros langsung mengambil langkah dengan memanggil seluruh agen LPG 3 kg untuk mengetahui kondisi distribusi di lapangan sekaligus mencari solusi agar pasokan kembali normal dan mudah diperoleh masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) Kabupaten Maros, Andi Sam Sophyan, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan seluruh agen LPG 3 kg yang beroperasi di Maros pada rabu (9/9/2026).
“Memang beberapa hari ini ada informasi-informasi dari masyarakat terkait kelangkaan tersebut. Makanya pemerintah daerah mengambil langkah-langkah. Untuk hari ini pertama kita akan panggil semua agen,” ujarnya.
Sekitar 12 agen LPG yang beroperasi di Kabupaten Maros dimintai penjelasan terkait kondisi distribusi dan ketersediaan LPG di lapangan. Hasil pertemuan tersebut kemudian menjadi bahan Pemkab Maros untuk berkoordinasi dengan Pertamina.
“Intinya, hasil kesimpulan rapat nanti, itulah bahan-bahan yang kita bawa ke pihak Pertamina,” tuturnya.
Bukan Kelangkaan, Permintaan Disebut Meningkat
Sementara itu, Koordinator Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Maros, H. Asri Abdul Rahim, menyebut kondisi LPG 3 kg yang sulit diperoleh masyarakat belum dapat dikategorikan sebagai kelangkaan.
Saat ditemui awak media, Jumat (11/9/2026), Asri mengatakan kondisi saat ini lebih tepat disebut sebagai situasi “panas”, karena masyarakat harus mencari LPG lebih jauh dari biasanya akibat meningkatnya permintaan.
Menurutnya, kondisi baru dapat disebut kelangkaan apabila masyarakat sudah harus mengantre panjang di pangkalan untuk mendapatkan LPG.
Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan LPG 3 kg merupakan fenomena yang kerap terjadi setiap tahun, khususnya saat musim kemarau panjang dan bersamaan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.
Di Maros, permintaan LPG turut meningkat seiring pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat, termasuk perayaan Maulid. Kebutuhan juga datang dari sejumlah sektor usaha masyarakat, termasuk aktivitas pertanian dan perikanan yang menggunakan LPG 3 kg.
Asri memastikan pasokan LPG dari Pertamina kepada agen di Maros sejauh ini tidak mengalami kendala. Namun, tingginya konsumsi membuat masyarakat di sejumlah wilayah lebih sulit memperoleh LPG bersubsidi tersebut.
Saat ini terdapat sekitar 12 agen LPG nonsubsidi di Maros, dengan 11 agen di antaranya telah beroperasi. Setiap agen rata-rata memiliki dua armada pengangkut, bahkan ada agen yang memiliki hingga empat armada.
Secara keseluruhan, sekitar 20 armada setiap hari mendistribusikan LPG ke berbagai desa di Kabupaten Maros. Satu armada mampu mengangkut sekitar 560 tabung LPG untuk disalurkan ke sejumlah pangkalan.
Pertamina Tambah Pasokan
Untuk meredam tingginya permintaan, Pemkab Maros melalui Dinas Kopurindag telah meminta tambahan pasokan atau extra dropping kepada Pertamina.
Permintaan tersebut langsung direalisasikan Pertamina sejak Selasa. Tambahan LPG kemudian disalurkan secara bergilir kepada seluruh agen di Kabupaten Maros.
“Mulai hari Selasa itu sampai hari ini, Pertamina sudah mengirim LPG 3 kg tambahan atau extra dropping ke seluruh agen yang ada di Maros,” kata Asri.
Pada hari pertama, tambahan pasokan disalurkan secara bersamaan. Selanjutnya, distribusi dilakukan secara bergiliran kepada para agen agar pasokan dapat tersebar secara merata.
Pertamina juga mengatur agar tambahan LPG tidak menumpuk di satu pangkalan. Salah satu ketentuannya, distribusi tambahan dibatasi maksimal sekitar 60 tabung untuk setiap pangkalan.
Dengan pola tersebut, diharapkan masyarakat di berbagai wilayah Maros dapat memperoleh LPG 3 kg dengan lebih mudah.
Harga di Pangkalan Rp18.500, Pengecer Capai Rp25 Ribu
Di tingkat agen dan pangkalan, harga LPG 3 kg disebut masih sesuai dengan ketentuan, yakni sekitar Rp18.500 per tabung.
Namun, persoalan muncul di tingkat pengecer. Di sejumlah wilayah, harga LPG 3 kg ditemukan mencapai Rp24.000 hingga Rp25.000 per tabung.
Asri mengatakan kenaikan harga tersebut diduga terjadi karena LPG telah berpindah beberapa kali dalam rantai distribusi sebelum sampai ke tangan konsumen.
“Kalau di tingkat rantai distribusi yang resmi, Pertamina, agen, pangkalan, aman, tidak ada (kenaikan). Kalau ada kenaikan harga, itu di luar jalur resmi,” ujarnya.
Ia mengimbau seluruh pangkalan dan pihak yang terlibat dalam distribusi LPG 3 kg agar tetap mengikuti ketentuan harga dan jalur distribusi yang telah ditetapkan pemerintah.
Satgas Migas Akan Diaktifkan Kembali
Untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi berjalan sesuai aturan, Pemkab Maros juga berencana mengaktifkan kembali satuan tugas (satgas) migas.
Satgas tersebut nantinya melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pertamina, pemerintah daerah, TNI-Polri, Satpol PP, media hingga agen LPG.
Keberadaan satgas diharapkan dapat memperketat pengawasan distribusi sekaligus mencegah penyalahgunaan LPG 3 kg oleh pihak yang tidak berhak.
Asri mencontohkan masih adanya kegiatan usaha yang dinilai semestinya tidak menggunakan LPG bersubsidi 3 kg karena gas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Warga Diimbau Tak Panic Buying
Di tengah meningkatnya permintaan, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian LPG 3 kg secara berlebihan.
Asri memastikan kondisi pasokan saat ini masih mencukupi, terlebih Pertamina telah menambah pasokan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan.
Menurutnya, kepanikan masyarakat justru dapat membuat tekanan terhadap pasokan di pangkalan semakin tinggi.
Konsumen yang biasanya membeli satu tabung, misalnya, mulai membeli dua tabung sekaligus karena khawatir LPG kembali sulit diperoleh.
“Jangan panik dan membeli secara berlebihan. Pasokan masih ada dan Pertamina juga sudah memberikan tambahan,” ujarnya.
Pemkab Maros berharap tambahan pasokan dan pengawasan distribusi yang lebih ketat dapat membuat kondisi LPG 3 kg kembali normal, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan gas bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan.
Tim Jurnalis














