MAROS, NEWS  

PHLH MAROS APRESIASI PEMELIHARAAN IRIGASI TEKOLABBUA, DORONG PENGERUKAN HINGGA HULU-HILIR

banner 120x600

MAROS, liputan47.com  — Proyek pemeliharaan berkala jaringan irigasi Saluran Sekunder D.1 Bantimurung, khususnya pada Saluran Sekunder Tekolabbua, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendapat apresiasi dari Pemerhati Hukum dan Lingkungan Hidup (PHLH) Kabupaten Maros.

Kegiatan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp141.950.000 dan dikerjakan oleh CV Sukses Daffa Mandiri.

Sekjen PHLH Kabupaten Maros, Hamzah, menilai pemeliharaan dan pengerukan saluran merupakan langkah positif untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang mengalami pendangkalan.

Menurutnya, pengerukan sangat penting dilakukan, terlebih dalam menghadapi musim hujan, agar aliran air tetap lancar dan tidak terganggu oleh sedimentasi.

“Ini langkah yang baik karena kondisi saluran sudah mengalami pendangkalan. Karena itu, pengerukan memang harus segera dilakukan agar fungsi saluran irigasi dapat kembali optimal,” ujar Hamzah.

Ia menjelaskan, pemeliharaan jaringan irigasi secara berkala sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran distribusi air, terutama bagi masyarakat dan sektor pertanian yang bergantung pada jaringan tersebut.

Soroti Material Hasil Pengerukan

Selain mengapresiasi pekerjaan pemeliharaan, Hamzah juga menyoroti material hasil pengerukan atau timbunan yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Menurutnya, material tersebut pada prinsipnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, sepanjang pengambilannya dilakukan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

“Menurut saya, siapa pun yang membutuhkan hasil timbunan tersebut dapat mengambilnya, sepanjang menyiapkan armada sendiri dan melakukan pengambilan secara mandiri sesuai ketentuan yang ada,” katanya.

Dorong Penanganan hingga Hulu dan Hilir

PHLH Maros juga mendorong agar pemeliharaan jaringan irigasi tidak berhenti pada titik yang saat ini dikerjakan.

Hamzah berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih dengan melanjutkan pengerukan hingga bagian hulu dan hilir saluran, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

“Kami berharap pengerukan tidak hanya dilakukan pada titik tertentu, tetapi dapat dituntaskan sampai hulu dan hilir. Kalau memungkinkan, anggarannya juga dapat ditambah sehingga penanganannya bisa lebih maksimal,” harapnya.

Ia menambahkan, pemeliharaan jaringan irigasi secara berkelanjutan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi air untuk kebutuhan pertanian.

Dengan adanya pemeliharaan tersebut, diharapkan jaringan irigasi Saluran Sekunder Tekolabbua dapat berfungsi secara optimal dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta petani di Kabupaten Maros.

PHLH Maros berharap pemeliharaan irigasi dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai kegiatan rutin, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga infrastruktur pertanian dan ketahanan pangan di daerah.

Tim Jurnalis

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *