LPG 3 Kg Sulit Didapat di Maros, Tim Pengawasan REPRO dan LBH PANRITA Minta Pertamina Audit Distribusi

banner 120x600

MAROS, liputan47.com — Masyarakat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan gas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Keluhan mengenai ketersediaan LPG 3 kg disebut terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Maros. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan pasokan serta distribusi LPG bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Untuk mengetahui kondisi distribusi LPG di wilayah Maros, awak media melakukan konfirmasi dengan mendatangi PT Mitra, salah satu pihak yang melayani pengisian tabung LPG untuk wilayah Maros-Pangkep, pada Sabtu, 05  September 2026.

Namun, saat awak media tiba di lokasi, pihak penanggung jawab perusahaan tidak berada di tempat sehingga belum dapat memberikan keterangan resmi terkait kondisi pasokan maupun distribusi LPG 3 kg.

Awak media hanya memperoleh informasi dari petugas keamanan (sekuriti) yang berada di lokasi. Berdasarkan keterangan sekuriti, setiap hari terdapat sekitar 37 hingga 40 mobil yang melakukan pengisian LPG.

Sementara itu, jumlah tabung LPG yang diisi disebut berkisar antara 360 hingga 560 tabung per hari.

Tim Pengawasan Minta Pertamina Turun Tangan

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Ketua Tim Pengawasan REPRO (Relawan Prabowo) Maros, Hasmariato, SH, bersama Tim Pengawas LBH PANRITA Maros, Sahril, meminta PT Pertamina memberikan penjelasan terkait kondisi ketersediaan dan distribusi LPG 3 kg di Kabupaten Maros.

Mereka juga mendorong dilakukannya audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur distribusi LPG 3 kg, mulai dari agen hingga pangkalan, guna mengetahui penyebab masyarakat mengalami kesulitan memperoleh gas bersubsidi tersebut.

Menurut Hasmariato, berdasarkan hasil pemantauan di lokasi pengisian yang didatangi tim bersama awak media, aktivitas pengisian LPG terlihat berjalan normal dan tidak ditemukan kendala berarti dalam proses pengisian tabung.

“Kalau di tempat pengisian tabung gas berjalan lancar dan tidak ada kendala, maka distribusi dari tingkat agen hingga pangkalan perlu diperiksa secara menyeluruh,” ujar Hasmariato.

Ia menilai perlu ada penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui titik persoalan yang menyebabkan masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kg.

Namun, Hasmariato menegaskan bahwa dugaan mengenai adanya persoalan dalam distribusi tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan audit oleh pihak yang berwenang.

Minta Rantai Distribusi Diperiksa

Hasmariato dan Sahril berharap Pertamina, aparat penegak hukum (APH), serta Pemerintah Kabupaten Maros dapat turun langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi distribusi LPG 3 kg di lapangan.

“Jangan sampai pasokan di tempat pengisian tersedia, tetapi masyarakat tetap kesulitan mendapatkan LPG 3 kg. Karena itu, seluruh rantai distribusi perlu diperiksa,” katanya.

Menurut mereka, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan LPG 3 kg bersubsidi benar-benar tersedia dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penanggung jawab distribusi LPG 3 kg yang hendak dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan kelangkaan maupun kondisi distribusi LPG 3 kg di Kabupaten Maros.

Pemberitaan ini masih terbuka untuk hak jawab dan klarifikasi dari pihak PT Mitra, Pertamina, maupun pihak terkait lainnya.

Tim Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *