MAROS, liputan47.com – Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Bulu Saukang, Dusun Balocci, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Minggu (6/9/2026) malam.
Kobaran api yang muncul di kawasan pegunungan tersebut sempat mengancam keselamatan para pendaki. Namun, berkat gerak cepat dan sinergi tim gabungan, kebakaran berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Mendapat informasi adanya kebakaran, personel Polsek Tompobulu yang dipimpin Ka SPK Aiptu Muhardi langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas melakukan pengamanan dan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros untuk mempercepat penanganan.
Sekitar pukul 22.00 WITA, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Damkar Maros, KPH Tompobulu, serta tenaga kesehatan melaksanakan patroli dan upaya pemadaman.
Sebelum bergerak ke lokasi, tim terlebih dahulu mengikuti apel konsolidasi yang dipimpin Dandim 1422 Maros Letkol Arm Agung Yuhono, S.E., didampingi Kapolsek Tompobulu AKP Muhammad Awaluddin Kadir, S.H.
Petugas kemudian berjibaku melawan kobaran api di tengah kondisi medan yang cukup menantang. Setelah beberapa jam dilakukan pemadaman, sekitar pukul 01.00 WITA api akhirnya berhasil dikendalikan.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik. Kepulan asap masih terlihat sehingga langkah antisipasi terus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
68 Pendaki Berhasil Dievakuasi
Kapolsek Tompobulu AKP Muhammad Awaluddin Kadir mengatakan, seluruh unsur terkait bergerak cepat untuk mencegah api meluas sekaligus memastikan keselamatan para pengunjung dan pendaki.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebanyak 68 pengunjung yang berada di kawasan gunung saat kejadian berhasil dievakuasi dengan selamat berkat sinergi seluruh tim gabungan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat dan para pendaki agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan.
“Kami mengimbau masyarakat dan para pendaki agar tidak membuang puntung rokok maupun menyalakan api di kawasan hutan demi mencegah terjadinya kebakaran,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pendataan, tercatat sebanyak 337 pengunjung telah melakukan registrasi pendakian di kawasan tersebut.
Dugaan sementara, titik awal kebakaran berada di sekitar Pos 5 dan diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pemantauan pihak terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan hutan dan pegunungan memiliki risiko kebakaran yang tinggi, terutama ketika terdapat sumber api yang tidak dikendalikan.
Polisi pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pendaki, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Sinergi petugas dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk menjaga Gunung Bulu Saukang tetap aman, lestari, dan bebas dari ancaman kebakaran.
Tim Jurnalis














