Cabang Tafsir MTQ Sulsel XXXIV Mulai Disaring, Antusiasme Peserta dan Warga Meningkat

banner 120x600

 

MAROS,liputan47.com — Memasuki rangkaian pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026, sejumlah cabang lomba mulai dipertandingkan. Salah satu yang menyita perhatian publik adalah cabang tafsir Al-Qur’an yang resmi memasuki babak penyisihan pada Senin (13/4/2026).

Pada hari pertama penyisihan, cabang tafsir bahasa Arab kategori putri diikuti oleh empat peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Perlombaan ini dinilai oleh Dewan Hakim yang berjumlah 13 orang dan dipimpin oleh Abd. Rauf Muhammad Amin selaku ketua. Sementara itu, tugas kepaniteraan dijalankan oleh Nurul Izha Fajrianty.

Dalam keterangannya, Ketua Dewan Hakim, Abd. Rauf Muhammad Amin menegaskan bahwa penilaian cabang tafsir tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, tetapi juga kedalaman pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an.

“Peserta tidak hanya dinilai dari kefasihan berbahasa Arab, tetapi juga dari ketepatan dalam memahami makna ayat, kemampuan mengaitkan dengan konteks kekinian, serta keluasan referensi yang digunakan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kualitas peserta tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

“Kami melihat ada peningkatan kualitas yang cukup baik. Para peserta tampil lebih percaya diri dan memiliki argumentasi yang kuat dalam menyampaikan tafsirnya,” tambahnya.

Selain cabang tafsir, berbagai cabang lomba lainnya turut digelar secara paralel di sejumlah lokasi yang telah disiapkan panitia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian MTQ yang telah berlangsung sejak pembukaan pada Minggu (12/4/2026).

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah provinsi menyiapkan total hadiah mencapai Rp2 miliar untuk para pemenang.

“Total hadiah yang Pemprov siapkan sebesar Rp2 miliar. Untuk juara pertama setiap cabang lomba diberikan Rp30 juta. Ini bentuk apresiasi kita kepada para kafilah yang telah berjuang membawa nama daerahnya,” ujar Andi Sudirman saat membuka MTQ di Lapangan Palantikan, Kabupaten Maros.

Ia juga berharap ajang MTQ tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi mampu memberikan dampak spiritual bagi masyarakat.

“Kami berharap MTQ ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Selain hadiah utama, pemerintah juga menyediakan penghargaan tambahan bagi juara umum. Juara umum pertama akan mendapatkan dua paket umrah, juara umum kedua satu paket umrah, dan juara umum ketiga berupa satu unit motor listrik. Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan 10 unit sepeda sebagai hadiah tambahan.

Rangkaian MTQ XXXIV ini turut dimeriahkan dengan lomba Qasidah yang digelar di panggung Syiar Islam di kawasan alun-alun lapangan Kantor Bank BPD, tepat di depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros. Pertunjukan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Salah seorang penonton, Rahma (34), mengaku antusias menyaksikan rangkaian kegiatan MTQ, khususnya lomba Qasidah.

“Acaranya sangat meriah dan bernuansa religi. Kami sekeluarga sengaja datang untuk menonton, karena selain hiburan juga bisa menambah kecintaan kita terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.

Antusiasme penonton terlihat tinggi, dengan berbagai kalangan hadir untuk menyaksikan penampilan peserta. Suasana panggung yang religius dan meriah dinilai mampu memberikan hiburan sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *