Makassar,liputan47.com. — Beredarnya surat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tertanggal 20 Mei 2026 di media sosial, terkait permohonan perubahan nama program Indonesia Youth Summit (IYS), menuai sorotan dari kalangan pemuda di Kota Makassar,selasa 05 Mie 2026.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Pengembangan Komunitas KNPI Kota Makassar, Andi Hartawan, menyampaikan dua catatan penting yang dinilai perlu menjadi perhatian publik.
Pertama, menurutnya, substansi surat tersebut justru mempertegas bahwa gagasan yang lahir dari Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kota Makassar sejak tahun 2024 melalui program IYS, telah melampaui ide dan inovasi yang dimiliki oleh Kemenpora saat ini. Ia menilai, program tersebut merupakan bukti konkret bahwa daerah mampu menghadirkan terobosan yang progresif dalam pengembangan kepemudaan.
“Kita melihat ini sebagai pengakuan tidak langsung bahwa gagasan dari daerah, khususnya Dispora Kota Makassar, memiliki daya inovasi yang bahkan lebih maju dibandingkan pusat,” ujarnya.
Kedua, Andi Hartawan secara tegas menyarankan agar Kemenpora tidak mengambil langkah dengan mengubah atau “mengakomodasi” nama program IYS menjadi bagian dari program kementerian. Sebaliknya, ia mengusulkan pendekatan yang lebih substansial, yakni dengan melakukan pertukaran sumber daya manusia (SDM).
“Bukan nama IYS yang seharusnya diubah agar bisa diadopsi kementerian, tetapi justru SDM di tubuh Kemenpora yang perlu diperkuat. Jika perlu, lakukan pertukaran SDM dengan Dispora Kota Makassar agar lahir gagasan-gagasan baru yang lebih besar dan berdampak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa langkah pengambilalihan atau penyeragaman program yang telah lebih dahulu berkembang di daerah berpotensi menimbulkan kesan negatif, seolah-olah kementerian kekurangan inovasi dan cenderung ‘membegal’ ide yang telah ada.
“Jangan sampai muncul persepsi bahwa Kemenpora hari ini miskin gagasan dan hanya mengambil program dari daerah atau komunitas tanpa memberikan ruang apresiasi dan kolaborasi yang sehat,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Andi Hartawan menyampaikan sindiran ringan namun bermakna.
“Kalau memang sudah buntu, mungkin yang perlu dikirim ke Makassar bukan surat perubahan nama, tapi surat pertukaran SDM,” tutupnya dengan nada bercanda.
Rilis ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan, agar pengembangan program kepemudaan ke depan dapat dibangun melalui kolaborasi yang adil, inovatif, dan saling menghargai antar lembaga.
Tim Jurnalis liputan47.com














