RHIIBS Maros Cari 100 Anak Yatim Untuk Sekolah Gratis, Dari Seragam Hingga Biaya Pendidikan Ditanggung

banner 120x600

Maros,liputan47.com — Ranu Harapan Islamic International Boarding School atau RHIIBS Maros membuka kesempatan bagi 100 anak yatim untuk mendapatkan pendidikan gratis penuh mulai tahun ajaran 2026/2027. Program ini mencakup pembebasan biaya sekolah hingga penyediaan pakaian dan kebutuhan pendidikan bagi peserta didik yang diterima.

Sekolah berbasis pesantren modern tersebut berlokasi di Patadang, Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, tepatnya di kawasan belakang Maccopa. Kehadiran RHIIBS diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan islami modern yang mengedepankan pembinaan karakter, akademik, dan hafalan Al-Qur’an.

RHIIBS membuka jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA, dengan sistem asrama (boarding school) yang difokuskan untuk tingkat SMP dan SMA putra. Sekolah ini mengusung konsep “Kota Santri” dengan lingkungan pendidikan islami dan pembinaan disiplin berbasis pesantren.

Selain program tahfidz 30 juz, RHIIBS juga menerapkan kurikulum internasional yang dipadukan dengan pendidikan keislaman modern. Program ini dirancang untuk mencetak generasi Qur’ani yang memiliki kemampuan akademik, kepemimpinan, dan wawasan global.

Pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027, pihak sekolah menyediakan kuota terbatas sekitar 108 hingga 144 siswa. Dalam program sosial pendidikan tersebut, tersedia pula beasiswa penuh khusus bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu.

Pihak yayasan menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi Islam, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan akses pendidikan layak.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan berkualitas tanpa membebani keluarga. Anak-anak yatim bukan hanya harus sekolah, tetapi juga harus mendapatkan fasilitas terbaik, pembinaan akhlak, dan masa depan yang cerah. Karena itu, mulai dari pakaian hingga biaya pendidikan kami gratiskan,” ujar pihak Yayasan RHIIBS Maros.

Selain itu, pihak yayasan juga berharap RHIIBS dapat menjadi pusat lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Konsep Kota Santri yang kami bangun bukan sekadar sekolah biasa, tetapi lingkungan pendidikan islami yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan anak sejak dini,” tambahnya.

Pihak yayasan berharap program ini dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan berbasis nilai-nilai Islam.

Tim Jurnalis liputan47.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *