Maros,liputan47.com – Hasil penelusuran media di lapangan mengungkap adanya perbedaan informasi terkait bahan bakar operasional yang digunakan oleh PT New Hope Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber pada Rabu, 11 Maret 2026, beberapa sumber di sekitar perusahaan menyebut PT New Hope Indonesia diduga pernah menggunakan batu bara sebagai bahan bakar operasional. Informasi tersebut juga disampaikan oleh beberapa orang yang mengaku sebagai karyawan perusahaan.
Menurut keterangan mereka, sisa pembakaran yang diduga berasal dari batu bara pernah dimanfaatkan oleh sejumlah karyawan sebagai material timbunan di rumah masing-masing.
Namun, informasi tersebut berbeda dengan hasil pengawasan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros pada 6 Juli 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan penjelasan dari pihak perusahaan, tim pengawas DLH menyatakan bahwa PT New Hope Indonesia tidak menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.
“PT New Hope Indonesia tidak menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, melainkan cangkang sawit,” ujar tim pengawas DLH saat dikonfirmasi media di Maros, Selasa (8/7/2026).
Perbedaan informasi tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan aspek kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh sebab itu, diperlukan klarifikasi lebih lanjut dari seluruh pihak terkait agar diperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT New Hope Indonesia, baik bagian HRD maupun bagian Legal, belum memberikan tanggapan resmi terkait informasi dari sejumlah sumber mengenai dugaan penggunaan batu bara pada Maret 2026 maupun mengenai dugaan pemanfaatan sisa pembakaran yang disebut dibawa pulang oleh beberapa karyawan.
Media ini tetap membuka ruang bagi PT New Hope Indonesia untuk menggunakan hak jawab, memberikan klarifikasi, maupun penjelasan resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Tim Jurnalis














