Maros,liputan47.com – Pemerintah Kabupaten Maros secara resmi melepas sekaligus mengantar 20 calon siswa Sekolah Rakyat menuju Sekolah Rakyat Sudiang, Makassar, Senin (14/7). Pelepasan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Prosesi pelepasan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Maros dan dipimpin langsung oleh Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Maros. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros A. Zulkifli Riswan Akbar, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Maros Ali Rusdy, ST, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Maros, serta unsur pilar sosial seperti pendamping PKH, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Karang Taruna.
Sebanyak 20 calon siswa diberangkatkan untuk memulai pendidikan di Sekolah Rakyat Sudiang, Makassar. Pemerintah Kabupaten Maros berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan menjadi generasi yang berprestasi.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Maros, Ali Rusdy, mengatakan pelepasan dan pengantaran calon siswa merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam mendukung pemerataan akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat.
“Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memperoleh hak atas pendidikan yang layak. Kami berharap seluruh peserta dapat belajar dengan baik, meraih prestasi, dan kelak menjadi kebanggaan bagi keluarga maupun Kabupaten Maros,” ujar Ali Rusdy.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pilar sosial yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pendamping PKH, Tagana, Karang Taruna, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pendataan hingga pemberangkatan calon siswa. Kolaborasi ini menjadi kunci agar program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat Maros berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Maros. Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut dinilai akan memudahkan akses bagi calon peserta didik, mengurangi beban orang tua, meningkatkan jumlah penerima manfaat, serta memperluas kesempatan anak-anak Maros memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa harus menempuh pendidikan di luar daerah.
Tim Jurnalis














