Mahasiswa KKN Unhas Sosialisasikan Bioherbisida Daun Mangga, Tawarkan Solusi Hemat dan Ramah Lingkungan bagi Petani Desa Salobukkang

banner 120x600

SIDRAP,liputan47.com  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan bioherbisida berbahan dasar daun mangga di Desa Salobukkang, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan program kerja individu yang diprakarsai oleh Muh. Rezki Nurmansyah, mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian. Program ini hadir sebagai upaya memberikan solusi alternatif bagi petani dalam mengendalikan gulma dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan.

Rezki menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari keluhan petani mengenai tingginya biaya produksi, terutama untuk pembelian herbisida kimia. Selain itu, penggunaan herbisida kimia secara terus-menerus juga dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas dan kesuburan tanah sawah.

“Daun mangga yang sudah tua sebenarnya memiliki kandungan senyawa alami seperti fenol dan tanin. Senyawa ini dapat dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan biji gulma di lahan sawah sebelum ditanami,” ujar Rezki.

Dalam demonstrasi tersebut, warga bersama anggota kelompok tani diperlihatkan secara langsung proses pembuatan bioherbisida. Caranya cukup sederhana, yakni daun mangga kering dicacah, kemudian direndam dalam air bersih selama empat hari. Setelah itu, rendaman disaring untuk menghasilkan ekstrak yang siap digunakan.

Rezki juga menjelaskan tata cara penggunaan bioherbisida, khususnya pada lahan sawah dengan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) yang banyak diterapkan petani di Desa Salobukkang. Cairan bioherbisida disemprotkan saat kondisi tanah dalam keadaan macak-macak atau sedikit berair. Setelah penyemprotan, lahan didiamkan selama 7–10 hari sebelum benih padi ditebar agar senyawa alami bekerja optimal mengendalikan gulma dan kembali netral sehingga aman bagi pertumbuhan padi.

Sebagai pendukung kegiatan, mahasiswa KKN turut membagikan brosur panduan bergambar yang memuat tahapan pembuatan serta petunjuk penggunaan bioherbisida. Dengan adanya panduan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mempraktikkannya secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap para petani memperoleh alternatif pengendalian gulma yang lebih hemat biaya, memanfaatkan potensi bahan alami di sekitar, serta lebih ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan.

Tim Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *