MAROS,liputan47.com – Di tengah banyaknya desa yang masih berfokus pada pembangunan fisik, Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Desa (PAD) juga dapat menjadi investasi bagi masa depan generasi muda. Kamis 30 Juli 2026.
Melalui kebijakan yang berpihak pada pendidikan, Pemerintah Desa Tukamasea mengalokasikan sebagian PAD untuk membiayai program beasiswa bagi pelajar, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga mahasiswa. Langkah ini menjadi bukti bahwa hasil pembangunan ekonomi desa dapat benar-benar kembali dirasakan oleh masyarakat.
Program tersebut mendapat apresiasi saat Bupati Maros meresmikan Aula Dolli , sebuah fasilitas yang diharapkan menjadi pusat berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan di Desa Tukamasea.
Kebijakan ini dinilai menjadi contoh nyata bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari megahnya gedung atau panjangnya jalan yang dibangun, tetapi juga dari besarnya perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Investasi terbaik sebuah desa bukan hanya infrastruktur, tetapi juga pendidikan generasi penerusnya. Ketika PAD dikelola dengan baik dan dikembalikan kepada masyarakat melalui program beasiswa, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” menjadi semangat yang tercermin dari program tersebut.
Selain memperkuat sektor pendidikan, kehadiran Aula Dolli diharapkan menjadi ruang kolaborasi masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi desa, mulai dari kegiatan kepemudaan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan sosial budaya.
Program beasiswa yang menyasar siswa SD hingga mahasiswa menjadi angin segar bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan dukungan tersebut, diharapkan semakin banyak anak-anak Desa Tukamasea yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
Langkah Desa Tukamasea membuktikan bahwa PAD tidak hanya dapat digunakan untuk membangun fasilitas fisik, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Semoga inovasi ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Maros maupun di berbagai daerah di Indonesia. Sebab ketika Pendapatan Asli Desa benar-benar kembali kepada rakyat, manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga akan melahirkan generasi yang lebih cerdas, mandiri, dan mampu membangun desanya di masa depan.
Tim Jurnalis














