Pemkab Maros Mulai Persiapkan Pembangunan Jembatan Pakere, Tahun Ini Fokus Bangun Abutmen Senilai Rp3 Miliar

banner 120x600

MAROS,liputan47.com – Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai mematangkan persiapan pembangunan Jembatan Pakere yang menghubungkan Dusun Bonto Kamase, Desa Tanete, dengan Dusun Pakere. Selasa 04 Agustus 2026.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Maros, Muhammad Ali Fuseini, mengatakan pihaknya baru saja melakukan peninjauan lapangan bersama Camat Simbang, pemerintah desa, kepala dusun, serta pihak rekanan yang akan melaksanakan pekerjaan.

“Kami meninjau lokasi untuk memastikan segala kebutuhan pembangunan telah siap, terutama terkait lahan pembangunan abutmen jembatan. Kami juga membahas penanganan satu rumah panggung yang berada di sekitar lokasi agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pemilik rumah,” ujar Ali.

Terkait lahan yang terdampak pembangunan, Ali menjelaskan bahwa pemerintah telah lama melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, serta instansi yang menangani aset daerah.

“Untuk persoalan pembebasan lahan, koordinasi sudah dilakukan sejak lama. Informasi lebih lanjut mengenai status lahannya dapat dikonfirmasi kepada BKAD yang menangani aset daerah,” jelasnya.

Ali menerangkan, jembatan yang akan dibangun menggunakan konstruksi rangka baja dengan desain yang menyerupai jembatan di samping Mapolres Maros.

Namun, pada tahun anggaran 2026, pembangunan baru difokuskan pada pekerjaan struktur bawah berupa dua abutmen dan pondasi dengan nilai anggaran sekitar Rp3 miliar.

“Karena anggaran tahun ini sebesar Rp3 miliar, yang dikerjakan baru dua abutmen, masing-masing di sisi Dusun Bonto Kamase dan Dusun Pakere, beserta pekerjaan pondasinya,” katanya.

Ia menegaskan, hasil pekerjaan tahun ini belum dapat dimanfaatkan masyarakat karena badan jembatan belum dibangun.

“Jembatan belum bisa difungsikan tahun ini. Jika anggaran tahun depan tersedia, maka pembangunan dapat dilanjutkan hingga selesai sehingga bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Berdasarkan perencanaan, Jembatan Paker memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar 7 meter. Lebar jalur kendaraan mencapai 6 meter, sementara masing-masing sisi akan dilengkapi trotoar selebar 0,5 meter.

Dengan spesifikasi tersebut, jembatan nantinya dirancang dapat dilalui kendaraan roda empat dan memiliki kapasitas yang lebih baik dibanding jembatan sebelumnya.

Ali juga mengungkapkan bahwa proses pemilihan penyedia jasa telah selesai. Saat ini rekanan tengah menyelesaikan administrasi penandatanganan kontrak dan jaminan pelaksanaan.

“Insyaallah pekerjaan fisik mulai bergerak pada Agustus ini setelah seluruh proses administrasi selesai,” katanya.

Untuk menyelesaikan pembangunan secara keseluruhan, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp19 miliar. Pemerintah Kabupaten Maros berharap dukungan anggaran lanjutan dapat tersedia pada tahun depan sehingga pembangunan dapat dituntaskan dan jembatan segera difungsikan bagi masyarakat.

Tim Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *