Madinah,liputan47.com — Kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji asal Sulawesi Selatan. Nursidah Sinrang Sijarra, jemaah calon haji asal Kabupaten Gowa, meninggal dunia di Tanah Suci, Minggu (26/4/2026).
Almarhumah yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Makassar itu menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit King Fahd sekitar pukul 16.40 waktu setempat.
Informasi yang dihimpun dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia wilayah Sulawesi Selatan menyebutkan, almarhumah meninggal akibat septic shock yang dipicu oleh sepsis dan pneumonia, dengan riwayat Diabetes Melitus Tipe II.
Jenazahnya kini telah dimakamkan di Perkuburan Baqi—tempat mulia yang menjadi peristirahatan terakhir banyak tokoh Islam.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail.
“Benar, kami menerima laporan jemaah Kloter 5 wafat karena sakit,” ujarnya.
Duka semakin terasa ketika diketahui dua putra almarhumah kini harus kehilangan sosok ibu tercinta. Kepala Kantor Kemenag Gowa, Aliem Bahri, bahkan telah mendatangi rumah duka untuk memberikan dukungan kepada keluarga.
“Kami sangat berduka. Kami sudah bertemu langsung dengan keluarga, khususnya kedua putranya,” katanya.
Di tengah kesedihan, ia juga menyampaikan bahwa wafat di Tanah Suci merupakan kemuliaan yang diharapkan banyak umat Muslim.
“Ini duka yang dalam, namun juga kemuliaan. Tidak semua orang mendapat kesempatan wafat di Tanah Suci,” tuturnya.
Ketua Kloter 5, Sadli, mengaku terpukul atas kepergian salah satu jemaah yang baru beberapa hari tiba di Madinah.
“Ini ujian pertama bagi kami. Kami kehilangan, tapi kami ikhlas. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik,” ungkapnya.
Nursidah menjadi jemaah haji pertama asal Embarkasi Makassar yang wafat pada awal musim haji tahun ini.
Tim Jurnalis liputan47.com














