Mahasiswa KKN Universitas Muslim Maros Angkatan X Hadirkan Incinerator Ramah Lingkungan, Solusi Atasi Persoalan Sampah di Desa Bowong Cindea

banner 120x600

PANGKEP,liputan47.com  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan X Universitas Muslim Maros (UMMA) menghadirkan program kerja unggulan berupa pembangunan incinerator ramah lingkungan di Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus solusi dalam membantu mengatasi persoalan sampah domestik yang selama ini menjadi salah satu tantangan di desa tersebut. Senin 02 Agustus 2026.

Minimnya fasilitas pengelolaan sampah menyebabkan sebagian masyarakat masih membuang sampah secara sembarangan maupun melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN UMMA menggagas pembangunan incinerator yang dirancang lebih ramah lingkungan, sekaligus disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga.

Pelaksanaan program diawali dengan survei lokasi dan koordinasi bersama Pemerintah Desa Bowong Cindea, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna. Pembangunan incinerator kemudian dilakukan secara gotong royong antara mahasiswa KKN dan warga dengan memanfaatkan material yang mampu menahan suhu tinggi sehingga aman digunakan dalam proses pembakaran sampah.

Setelah pembangunan selesai, mahasiswa juga memberikan sosialisasi mengenai tata cara penggunaan dan pemeliharaan incinerator agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Semangat kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Fasilitas pembakaran sampah tersebut dilengkapi sistem sirkulasi udara dan cerobong asap sehingga proses pembakaran berlangsung lebih efektif. Berdasarkan hasil uji coba, incinerator mampu mengurangi volume sampah domestik kering secara signifikan menjadi abu, sehingga membantu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan desa.

Kepala Desa Bowong Cindea, H. Maruseng, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Muslim Maros.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada adik-adik KKN UMMA. Program ini sangat membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah. Semoga incinerator ini dapat kita jaga dan dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Universitas Muslim Maros Desa Bowong Cindea, Nur Syawal, mengatakan bahwa program tersebut lahir dari hasil observasi terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dari hasil observasi, kami melihat persoalan sampah memang perlu mendapat perhatian. Karena itu, kami menghadirkan incinerator sebagai solusi bersama. Semoga setelah KKN selesai, masyarakat tetap menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik,” katanya.

Selain menghadirkan solusi teknis, program ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan Pemerintah Desa Bowong Cindea, Karang Taruna, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi modal utama untuk menjaga keberlanjutan program demi mewujudkan desa yang lebih bersih, sehat, dan peduli terhadap lingkungan.

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN Universitas Muslim Maros tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa serta pelestarian lingkungan.

Tim Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *