MAROS,liputan47.com– Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa, Muh Alfa Rheza, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Hasanuddin, melaksanakan program kerja bertajuk SIGAP (Siswa Gemar Aturan dan Perilaku Positif) di SDN 69 Sikapayya, Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku positif kepada siswa sejak usia dini sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Muh Alfa Rheza menjelaskan bahwa pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghargai aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Materi diawali dengan pengenalan mengenai pengertian taat dan aturan. Siswa diberikan pemahaman bahwa taat merupakan sikap mematuhi aturan tanpa harus dipaksa, sedangkan aturan adalah kesepakatan bersama yang bertujuan menciptakan kehidupan yang aman, tertib, dan nyaman. Penyampaian materi dilakukan menggunakan bahasa sederhana dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan siswa sehingga mudah dipahami.
Selanjutnya, siswa diajak memahami pentingnya menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Dijelaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan mampu menciptakan ketertiban, rasa aman, serta menumbuhkan sikap saling menghargai antar sesama.
Pada sesi berikutnya, sosialisasi difokuskan pada pentingnya mematuhi tata tertib sekolah. Siswa diberikan pemahaman bahwa disiplin di lingkungan sekolah akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, tertib, dan kondusif. Selain itu, kebiasaan menaati aturan juga dapat membentuk karakter yang bertanggung jawab, menghormati guru, menghargai teman, serta membiasakan sikap disiplin sejak dini.
Agar materi lebih mudah dipahami, siswa diberikan berbagai contoh perilaku disiplin yang dapat diterapkan setiap hari, seperti merapikan tempat tidur, membantu orang tua, belajar sesuai jadwal, memakai seragam lengkap, mendengarkan guru saat proses belajar mengajar, tidak menyontek, serta menjaga kebersihan kelas. Melalui contoh-contoh sederhana tersebut, siswa diajak menyadari bahwa karakter disiplin dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan kuis yang disambut antusias oleh para siswa. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai aturan yang diterapkan di rumah maupun di sekolah, serta menyampaikan pendapat tentang pentingnya menjadi siswa yang disiplin dan bertanggung jawab.
Melalui program SIGAP, diharapkan siswa SDN 69 Sikapayya semakin memahami bahwa menaati aturan bukan sekadar kewajiban, melainkan kebiasaan positif yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, menjaga kebersihan, menghormati guru, bersikap jujur, dan mematuhi tata tertib sekolah diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di Desa Minasa Upa. Diharapkan, nilai-nilai yang telah ditanamkan melalui kegiatan SIGAP mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertib, aman, nyaman, serta mendorong lahirnya generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan berkarakter.
Tim Jurnalis














