Meyano Bab, liputan47.com — Umat Stasi St. Mikhael Meyano Bab, Paroki St. Maria Asunta Alusi, merayakan Misa Syukur 40 Tahun Hidup Membiara RD. Alo Lamere MSC. Perayaan berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Gereja St. Mikhael Stasi Meyano Bab. Rabu 12 Agustus 2026.
Ekaristi syukur dipimpin langsung oleh Sang Yubilaris, RD. Alo Lamere MSC, didampingi Kepala Provinsial MSC RD. Subroto MSC, Pastor Paroki St. Maria Asunta Alusi RD. Pius Fenyapwain PR, serta sejumlah imam lainnya.
Dalam homilinya, RD. Kostan Fatlolon PR menekankan bahwa tugas panggilan seorang imam mencakup tiga peran utama, yakni sebagai Imam, Nabi, dan Raja dalam menjalankan tugas pastoral di mana pun ditempatkan.
Ia juga mengajak umat memaknai tiga keindahan dalam kehidupan seorang imam, yaitu keindahan hidup dalam kemiskinan, keindahan kesucian, dan keindahan kesetiaan.
Menurutnya, ketiga nilai tersebut telah dimaknai dan diwujudkan RD. Alo Lamere MSC selama 40 tahun perjalanan hidup membiara dan pelayanan sebagai imam.
“Menjadi imam adalah pilihan dan anugerah dari Allah. Kehadiran seorang imam akan menghadirkan berkat bagi umat yang dilayaninya.”
Teladan 40 Tahun Pengabdian
Usai perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan sejumlah sambutan.
Pastor Paroki St. Maria Asunta Alusi, RD. Pius Fenyapwain PR, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas teladan 40 tahun hidup membiara yang telah ditunjukkan Sang Yubilaris.
“Empat puluh tahun hidup membiara adalah kesaksian iman, kesetiaan, dan cinta kepada umat. Kami bersyukur bisa berjalan bersama dalam pelayanan.”
Sementara itu, Kepala Provinsial MSC, RD. Subroto MSC, menyoroti perjalanan panggilan RD. Alo Lamere sebagai imam misionaris, termasuk pengabdiannya di Australia.
Menurutnya, RD. Alo Lamere dikenal sebagai sosok imam yang rendah hati dan mampu menjadikan umat yang dilayaninya sebagai sahabat dalam mewartakan Injil.
Ia mengatakan, selama menjalankan misi di tanah Kanguru, RD. Alo Lamere sangat dicintai oleh umat karena sikap rendah hati dan kedekatannya dengan masyarakat.
Pemerintah Apresiasi Pengabdian Sang Yubilaris
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kristianus Fatlolon, SS., MM.
Ia menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian RD. Alo Lamere MSC selama 40 tahun bagi Gereja dan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran para imam tidak hanya memberikan pelayanan spiritual, tetapi juga membawa nilai-nilai kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan bagi masyarakat.
Di akhir sambutannya, Kristianus Fatlolon menyampaikan proficiat atas 40 tahun hidup membiara RD. Alo Lamere MSC sekaligus mengajak umat dan masyarakat terus membangun kerja sama serta mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam pembangunan daerah.
Tiga Pesan Sang Yubilaris
Dalam ungkapan hatinya, RD. Alo Lamere MSC menyampaikan tiga hal penting yang menjadi pesan reflektif bagi dirinya dalam menjalani panggilan sebagai imam.
“Seorang imam harus belajar menjadi baik hati, belajar menjadi imam yang rendah hati, dan belajar untuk bersahabat dengan siapa saja.”
RD. Alo Lamere MSC kemudian menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan pemerintah desa, pimpinan tarekat Provinsi MSC, para imam, umat, masyarakat, keluarga, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan doa dan dukungan.
“Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak sehingga saya dapat sampai pada perayaan 40 tahun hidup membiara ini.”
Perayaan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Daerah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Inspektur Daerah, Kasat Satpol PP, Kepala Provinsial MSC, Wakil Uskup Kevikepan KKT dan MBD, para imam, Camat Kormomolin, para kepala desa, tokoh adat, keluarga Sang Yubilaris, umat Paroki St. Maria Asunta, serta para undangan lainnya.
Perayaan syukur berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita. Rangkaian acara kemudian dipuncaki dengan doa bersama, pemotongan kue ulang tahun, serta makan patita bersama di Alun-Alun Desa Meyano Bab.
Jurnalis Nik. Kaf.














