AMCF Bergerak untuk Korban Gempa Flores, Bangun Shelter Terpadu dan Salurkan Bantuan bagi 1.433 Penyintas

banner 120x600

NUSA TENGGARA TIMUR, liputan47.com— Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) mengambil bagian dalam respons tanggap darurat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Melalui tim dan relawan di lapangan, AMCF memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak dengan memenuhi berbagai kebutuhan dasar, mulai dari tempat pengungsian, pangan, air bersih dan sanitasi, kesehatan, pendidikan, hingga dukungan psikososial.

Gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores dan mendorong masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Dalam situasi tersebut, kebutuhan penyintas tidak hanya berupa bantuan logistik, tetapi juga tempat perlindungan sementara serta layanan dasar untuk menunjang kehidupan selama masa tanggap darurat.

Dalam respons kemanusiaannya, AMCF menjangkau masyarakat di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Di Kabupaten Nagekeo, intervensi dilakukan di Dusun Kaburea, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, serta Desa Mbay, Kecamatan Aesesa. Sementara di Kabupaten Ngada, bantuan menjangkau Desa Sambinase, Kecamatan Riung. Adapun di Kabupaten Manggarai Timur, intervensi dilakukan di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar.

Secara keseluruhan, respons AMCF menyasar 1.433 jiwa berdasarkan pemetaan penerima manfaat di wilayah intervensi. Pelaksanaan di lapangan didukung oleh 20 personel dan relawan dari berbagai bidang keahlian.

Bangun Shelter Pengungsian Terpadu

Salah satu fokus utama AMCF adalah membangun satu titik shelter pengungsian yang lebih terkoordinir. Konsep ini dirancang agar masyarakat penyintas dapat memperoleh berbagai layanan dan bantuan secara lebih terpusat.

Shelter tersebut diharapkan memudahkan proses pendataan, distribusi bantuan, pemantauan kebutuhan, serta pelayanan kepada pengungsi. Berbagai layanan diintegrasikan dalam satu kawasan, mulai dari tempat tinggal sementara, dapur umum, air bersih, sanitasi, layanan psikososial, hingga dukungan bagi anak-anak.

Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengungsi, setiap tenda yang didirikan AMCF juga dilengkapi instalasi listrik. Fasilitas tersebut mendukung kebutuhan penerangan dan aktivitas dasar masyarakat, khususnya pada malam hari.

99 Tenda dan 200 Tarpaulin untuk Penyintas

Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara, AMCF menyediakan 99 unit tenda dengan berbagai ukuran, yakni 3×4 meter, 4×6 meter, dan 5×7 meter.

Sebanyak 52 unit tenda dialokasikan untuk wilayah Nagekeo, sementara 47 unit lainnya diperuntukkan bagi wilayah intervensi lainnya.

Selain tenda, AMCF juga menyediakan 200 unit tarpaulin berukuran 4×6 meter sebagai perlengkapan pendukung perlindungan masyarakat selama masa darurat.

Dapur Umum Penuhi Kebutuhan Pangan

Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi bagian penting dalam respons AMCF. Dapur umum dioperasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak dengan melibatkan relawan yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan dan penyediaan makanan pada situasi darurat.

Untuk mendukung kebutuhan istirahat masyarakat di pengungsian, AMCF juga menyiapkan 100 selimut dan 100 matras, yang masing-masing terdiri dari 50 buah untuk setiap wilayah sasaran utama.

Air Bersih dan Sanitasi Jadi Perhatian

AMCF turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat selama berada di lokasi pengungsian.

Bantuan yang diberikan mencakup distribusi air bersih, pembangunan MCK darurat, serta penyediaan tempat wudhu minimalis.

Penyediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pengungsian yang lebih layak, bersih, dan mendukung kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Perhatian bagi Bayi, Anak, dan Pendidikan

Kelompok rentan, khususnya bayi dan anak-anak, juga menjadi perhatian dalam respons AMCF.

Sebanyak 60 paket Baby Kit disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan bayi dari keluarga terdampak. AMCF juga menyediakan 100 paket Herbal Kit untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Di sektor pendidikan, sebanyak 200 paket School Kit disiapkan bagi anak-anak terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak tetap memiliki perlengkapan belajar meskipun aktivitas pendidikan mereka terdampak bencana.

Dukungan Psikososial bagi Penyintas

Selain memenuhi kebutuhan fisik, AMCF juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat pascabencana, khususnya anak-anak.

Dukungan psikososial dilakukan melalui kegiatan konseling yang didukung dengan 100 paket snack. AMCF juga menyiapkan 200 paket toiletries untuk membantu memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi masyarakat di lokasi terdampak.

Melalui pendekatan tersebut, AMCF berupaya menghadirkan respons kemanusiaan yang menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan penyintas mulai dari tempat tinggal sementara, pangan, air bersih, sanitasi, kesehatan, pendidikan anak, hingga pemulihan psikososial.

Didukung Relawan dari Berbagai Keahlian

Sebanyak 20 personel dan relawan terlibat dalam pelaksanaan respons AMCF. Mereka berasal dari berbagai latar belakang keahlian, antara lain kesehatan, pendidikan, teknis, serta operasional dapur umum.

Relawan kesehatan mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat, sementara relawan bidang pendidikan membantu kegiatan yang berkaitan dengan anak-anak dan pendidikan. Tenaga teknis mendukung pembangunan dan pengoperasian sarana darurat, termasuk fasilitas shelter.

Di sisi lain, relawan dapur umum memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi selama masa tanggap darurat.

Kolaborasi berbagai keahlian tersebut menjadi bagian dari upaya AMCF menghadirkan layanan kemanusiaan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan penyintas di lapangan.

“Dalam kondisi bencana, kebutuhan penyintas sangat beragam. Karena itu, kami berupaya tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga membangun satu titik shelter pengungsian agar pelayanan kepada penyintas dapat lebih terkoordinir. Di dalamnya kami mengintegrasikan tempat tinggal sementara, dapur umum, air bersih, sanitasi, dukungan psikososial, serta fasilitas dasar lainnya. Setiap tenda juga kami lengkapi dengan instalasi listrik untuk mendukung kebutuhan penerangan dan aktivitas dasar para penyintas,” ujar Ahmad Bayhaqi, Koordinator Regional Timur Kemanusiaan AMCF.

AMCF akan terus memantau kondisi masyarakat di wilayah terdampak dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

Melalui respons tersebut, AMCF menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga menciptakan lingkungan pengungsian yang lebih aman, terkoordinir, dan layak bagi para penyintas selama masa tanggap darurat.

Tim Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *